pasir dan batu sebagai tambang kehidupan

setelah memotret pasar turi dengan berbagai keunikanya,kami menuju sebuah tempat yang tak jauh dari sana,sebuah tempat yang berfungsi sebagai penghubung antara 2 desa,desa pundong dan desa pentung ,ya adalah sebuah jembatan gantung yang warga sekitar menyebutnya jembatan sesek,karena jembatan itu memiliki landasan dari bambu ,tidak hanya tertarik dengan jembatannya yang unik,kami pun tertarik untuk memotret aktifitas warga di sekitaran jembatan sesek,mereka bekerja sebagai penambang pasir dan pemecah batu di sungai yang bermuara ke pantai prangtritis itu.mata pencarian mereka rata rata bergantung pada sungai yang ada di desa itu.walau tak sedikit pula yang bertani.kembali ke awal kami pun mencoba melakukan pendekatan dengan para pekerja disana,berbincang bincang di bawah sinar mathari yang cukup menyengat tak membuat kami surut semangat untuk memotret pekerja disana,bagaikan tak ada rintangan para penambang pasir dan batu ini dengan santai nya berjalan menuju tengah sungai,lalu mengeruk pasir dan batu yang ada di dalamnya,melawan arus yang kencang,belum lagi kedalaman sungai seperti tak jadi penghalang untuk para penambang pasir ini,demi memenuhi kebtuhan keluarganya,mereka rela untuk bekerja tanpa berfikir tentang keselamatan jiwa mereka.mungkin bagi mereka batu dan pasir adalah sebagai tambang kehidupan bagi diri sendiri dan keluarga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar